Berikutini adalah 5 kontribusi Stephen Hawking terhadap dunia sains. 1. Radiasi Hawking. Menurut pemahaman awal kita terhadap lubang hitam, tak ada apapun yang dapat terlepas dari tarikan gravitasinya. Namun, Hawking punya kesimpulan yang berbeda pada tahun 1974. Ide yang diperolehnya dari diskusi bersama isikawan Yakov Borisovich Zel’dovich namunjuga termasuk bidang IPTEK dan pendidikan tinggi (Maemunah, 2018). Pengembangan IPTEK tidak dapat terlepas dari situasi yang melingkupinya, hal ini berarti bahwa IPTEK selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Pada gilirannya, perkembangan IPTEK akan bersentuhan dengan nilai-nilai ideologi bangsa, yang padaAdam, Sebuah Cerita Manusia. Darimanakah manusia bermula? Jangan tanyakan kepada ilmuwan, mereka terlalu bodoh untuk bisa menunjukkan dimana garis tegas manusia bermula. Mereka percaya evolusi yang tidak jelas menunjukkan kapan sang monyet menjadi manusia. Tanyakan pada ahli agama samawi, mereka punya kepastian. Kepastian itu 1BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Setting Penelitian 1. Persiapan penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal penting yang dilakuk LATARBELAKANG Dari hari ke hari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih, kita seolah diperbudak oleh perkembangan zaman. Tapi tidaklah selalu demikian, hal ini tergantung kepada sikap dan mental kita untuk lebih menghadapi dan memahami dampak-dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dan mesti Jelaskandampak perubahan musim yang berpengaruh terhadap hasil panen di negara Singapura 1. Jika ( 105 'BT) menunjukkan pukul 09.00 WIB, tentukanlah : a). Penemuan dan perkembangan di bidang teknologi militer, munculnya teori copernicus yang menyatakan bahwa bumi bulat, buku catatan marco polo, dan adanya misi 3G (Gold,Glory,dan Gospel . Penemu teleskop – Bagi sebagian orang mungkn sudah tahu apa yang dimaksud dengan teleskop atau sebuah alat-alat yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit atau hal-hal yang berhubungan dengan angkasa. Biasaya teleskop ini hanya ada di beberapa pusat penelitian atau tempat untuk melakukan obesrvasi terhadap benda-benda langit atau dikenal juga dengan nama observatorium. Oleh karena itu, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mahir dalam menggunakan teleskop. Teleskop yang ada di obervatorium ini pada umumnya bersifat permanen atau tak bisa dipindahkan dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Selain itu, biasanya teleskop yang bersifat permanen ini terletak di dalam gedung yang tertutup dengan kubah. Kubah yang menutupi teleskop biasanya bisa berputar atau bisa dilepaskan. Memang benar, untuk menggunakan teleskop dibutuhkan kemampuan khusus dan biasanya teleskop ada di observatorium. Namun, kita sebagai orang awam yang belum bisa menggunakan teleskop ternyata dapat mempelajarinya di beberapa observatorium yang ada di Indonesia. Pada umumnya, ketika melihat teleskop kita harus datang ke observatorium. Maka dari itu, kita akan dijelaskan tentang cara menggunakan teleskop oleh orang ahli yang ada di sana, sehingga kita bisa mengetahui banyak hal tentang teleskop. Di Indonesia, ada beberapa observatorium yang memiliki teleskop, seperti observatorium Bosscha, obervatorium Jakarta Planetarium, Planetarium Yogyakarta, Planetarium Jagad Raya Tenggarong, dan observatorium Timau. Berbicara tentang teleskop rasanya kurang lengkap kalau tidak membahas tentang penemu dari teleskop dan fungsi dari teleskop itu sendiri. Penemu teleskop bernama Hans Lippershey yang kemudian dikembangkan kembali oleh Galileo Galilei. Hingga saat ini, teleskop terus mengalami perkembangan, sehingga semakin banyak yang menggunakannya sebagai penelitian terutama yang berkaitan dengan benda-benda langit. Nah, pastinya kamu ingin tahu lebih dalam tentang penemu teleskop dan fungsinya. Jadi, segera baca artikel ini sampai habis ya. Pengertian TeleskopPenemu Teleskop1. Hans Lippershey2. Galileo Galilei3. Edwin Powell HubbleJenis-Jenis Teleskop1. Teleskop Refleksi atau Reflektor2. Teleskop Refraksi atau Refraktor3. Teleskop Catadioptrik4. Teleskop RadioKesimpulanKategori BiografiMateri Terkait Pengertian Teleskop Berbicara tentang teleskop pasti selalu berkaitan dengan bidang astronomi karena ketika ingin melihat benda-benda di langit, maka kita akan menggunakan teleskop. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, teleskop adalah teropon besar untuk melihat barang yanga jauh bintang. Jadi, dapat dikatakan bahwa teleskop itu sendiri bagian dari teropng. Selain itu, dikutip dari buku Ensiklopedia Penemu dan Penemuan, teleskop adalah sebuah instrumen atau alat pengamatan yang fungsinya untuk mengumpulkan radiasi elektromagnetik serta membentuk citra dari benda yang diamati. Dengan menggunakan teleskop ketika melihat benda-benda langit, maka benda-benda langit tersebut akan terlihat besar walaupun jaraknya sangat jauh. Dalam hal ini, benda-benda langit yang dimaksud biasanya berupa bintang dan bulan. Oleh sebab itu, kita akan diberi kemudahan untuk mengamati benda-benda langit ketika menggunakan teleskop. Hal ini dapat terjadi karena teleskop mempunyai kemampuan untuk memperkuat cahaya sekaligus memperbesar bayangan. Kemampuan teleskop dalam melihat benda-benda langit terutama bintang dan bulan ini memang sangat membantu pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti. Selain itu, teleskop juga bisa membuat orang-orang awam bukan peneliti astronomi dapat melihat bintang. Maka dari itu, teleskop ini sering dijuluki sebagai teropong bintang. Dengan demikian, alat teleskop yang merupakan teropong bintang ini bisa membantu manusia untuk melihat benda-benda langit dengan mata telanjang. Apakah kamu pernah melihat benda-benda langit menggunakan teleskop? Mungkin bisa mencoba untuk melakukannya di observatorium, seperti planetarium yang ada di Jakarta atau planetarium yang ada di Jogja. 1. Hans Lippershey Hans Lippershey atau biasa dikenal juga dengan nama Johan Lippershey. Saat ini, beliau juga dikenal dengan nama Lipperrsehy. Leippershey adalah seorang yang megerti tentang lensa, sehingga ia pandai dalam membuat lensa. Lippershey lahir pada tahun 1570 di Wesel atau di bagian barat Jerman, ia merupakan seseorang yang memiliki darah campuran, yaitu dariah Jerman dan darah Belanda. Lippershey lebih memilih untuk menetap di Middleburg, ibukota provinsi Zeeland semasa hidupnya. Hingga pada akhirnya, di tahun 1594, beliau menikah dan lebih memilih untuk menjadi warga negara Zeeland pada tahun 1602. Pada suatu waktu, Hans Lippershey yang merupakan seseorang ahli dalam bidang lensa ingin melakukan hal untuk memperbesar objek, kemudian ia memegang lensa di depan lensa lain. Setelah itu, kedua lensa yang tadinya dipegang mulai diletakkan di dalam tabut yang terbuat dari bahan kayu. Dari percobaan itu, Hans Lippershey dipercaya mencetuskan ide pengkombinasian antara lensa yang satu dengan lensa yang lainnya. Selain itu, dari percobaan itu juga terbentuklah komunitas pembuat kaca. Pada dasarnya, belum ada catatan atau literatur yang pasti yang mengatakan bahwa Hans Lippershey adalah seseorang yang menciptakan teleskop. Meskipun hal itu masih menjadi perdebatan, tetapi banyak juga yang meyakini bahwa Lippershey adalah penemu dari teleskop. Keyakinan ini berdasarkan adanya catatan yang pernah ditulis oleh Hans Lippershey pada tanggal 2 Oktober 1608 yang berusaha untuk mendapatkan hak paten atas penemuan teleskop. Akan tetapi, ternyata Lippershey gagal mendapatkan atau menerima hak patennya atas temuan teleskopnya. Hal ini dikarenaka pada saat itu sudah banyak ditemukan penemuan teleskop. Oleh sebab itu, mereka berangapan bahwa alat teleskop atau teropong bintang bukanlah temuan dari Hans Lippershey. Meskipun, gagal mendapatkan hak paten dari penemuan teleskop. Tetapi Lippershey tetap diberi hadiah oleh Pemerintah Belanda atas duplikat dari desainnya. Hadiah itu bernama “The Dutch Perspective Glass”. Teropong bintang yang sudah ditemukan oleh Lippershey hanya mampu memperbesar tiga kali pembesaran saja. Kemunculan ide untuk mendapatkan hak paten atas temuannya ini terletak pada bagian akhir laporan yang ingin diberikan kepada Kedutaan Belanda dari Kerajaan Siam. Pada saat itu, Kerajaan Siam dipimpin oleh seorang raja bernama Ekasthotsarot. Kemudian, laporan diplomatik tersebut mulai disebarluaskan ke tanah Eropa dan memberikan arahan kepada semua ilmuwan untuk memodifikasi teleskop Lippershey. Cerita tentang Hans Lippershey menemukan alat teleskop ada beberapa versi. Versi kesatu ini menggambarkan Hans Lippershey sedang melihat sekaligus mengamati anak-anak yang asyik bermain menggunakan lensa yang ada ditokonya, kemudian ia sambil berkata, “bagaiman mereka bisa menjauh, kemudian mendekat pada saat dilihat lewat dua lensa.” Versi lainnya, menjelaskan bahwa Hans Lippershey menemukan ide untuk membuat teleskop atau Hans Lippershey menduplikasi penemuan dari orang lain. Apapun versinya, tetap belum ada yang tahu pasti bagaiman teleskop dapat diciptakan oleh Hans Lippershey. Namun, hal yang perlu digarisbawahi dari penemuan teleskop yang diyakini ditemukan oleh Lippershey adalah teleskop terdiri dari dua lensa cembung dengan gambar terbalik atau lensa cembung untuk melihat objek dan lensa cekung diletakkan di mata, sehingga gambar yang dilihat menjadi tegak. Hans Lippershey, tinggal dan menetap di Middleburg hingga akhir hayatnya. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada September 1619. 2. Galileo Galilei Galileo Galilei adalah seorang ilmuwan sekaligus penemu yang namanya sudah dikenal oleh banyak orang. Sumbangsih beliau dalam bidang keilmuan bisa dikatakan sudah cukup banyak, salah satu penemuannya yang cukup terkenal dan digunakaan hingga saat ini adalah teleskop. Galileo Galilei lahir di Pisa, Italia pada tanggal 15 Februari 1564. Galileo Galilei merupakan seorang ilmuwan yang berkebangsaan Italia. Setelah satu tahun dari peristiwa Hans Lippershey yang gagal mendapatkan hak paten dari teleskop, Galileo Galilei mulai mengembangkan teleskop yang telah ditemukan oleh Hans Lippershey. Maka dari itu, tak sedikit orang yang mengatakan bahwa Galileo Galilei merupakan seorang ilmuwan yang memiliki peran penting dalam penyempurnaan teleskop terutama teropong yang digunakan untuk benda-benda langit. Pada tahun, 1609, Galileo Galilei mulai mendengar kabar dari negeri Belanda bahwa di sana telah ditemukan sebuah alat keker yang terbuat dari bahan kaca. Setelah mendengar kabar itu, beliau mulai melakukan berbagai macam percobaan atau eksperimen agar bisa menirukan alat keker dari negeri Belanda. Dari hasil percobaan itulah, Galileo Galilei menciptakan sebuah alat berupa teropong bintang. Berkat temuannya itu, Galileo Galilei dapat melihat benda-benda langit yang ada di sekitar tata surya, seperti bintang, bulan, bumi, dan lain-lain. Meskpun teleskop Galileo Galilei sekilas sama dengan teleskop yang ditemukan di negeri Belanda, tetapi berkat Galileo Galilei, teleskop bisa digunakan untuk melihat benda-benda langit. Teleskop yang dikembangkan oleh Galileo Galilei ini termasuk ke dalam jenis teleskop refraksi. Teleskop refraksi memiliki lensa konveks yang terletak di bagian depan dan lensa cekung di bagian belakang. Selain itu, gambar yang dihasilkan dari teleskop refraksi ini kurang jelas atau buram. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan indeks refraksi dari dua lensa yang telah digabungkan. Dari teleskop refraksi yang masih memiliki kekurangan pada gambar yang buram, maka terciptalah teleskop refleksi. Teleskop refleksi memiliki dua cermin dan satu lensa. Penggabungan antara cermin dan lensa ini menjadi solusi dari permsalahan yang berkaitan dengan panjang tabung serta penyimpangan warna benda yang diamai. Galileo Galilei yang telah menciptakan teleskop yang dapat melihat benda-benda langit membuat dirinya sadar bahwa permukaan bumi tidak rata atau bisa dibilang berlubang-lubah, penuh kawah, dan gunung-gunung. Tidak hanya itu, dengan teleskop temuannya, Galileo Galilei juga beranggapan bahwa benda langit yang permukaannya tidak rata bukan hanya bumi melainkan hampir semua benda-benda langit memiliki permukaan yang tidak rata dan licin. Tidak hanya benda-benda langit saja yang diamati oleh Galileo Galilei, tetapi galaksi bima sakti juga diamati oleh dirinya. Galileo Galilei berpendapat bahwa galaksi bima sakati bukan sejenis kabut, tetapi berupa kumpulan dari banyak bintang yang jika dilihat dengan mata telanjang seperti membaur atau satu sama lain tidak saling menyatu. Galileo Galilei melakukan pengamtan terhadap planet yang terlihat dengan teleskop, yaitu planet Yupiter yang memiliki empat buah bulan atau satelit. Dari pengamatan itulah, Galileo Galilei berpendapat bahwa bukan hanya planet bumi saja yang mengitari planet lain. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa teleskop yang disempurnakan oleh Galileo Galilei sangat bermanfaat untuk mengamati benda-benda langit atau hal-hal yang berhubungan dengan astronomi. Bahkan, teleskop atau teropong bintang itu telah digunakan oleh banyak orang di seluruh negara. 3. Edwin Powell Hubble Setelah mengalami perkembangan secara terus menerus, pada akhirnya terciptalah teleskop yang benar-benar bisa melihat benda-benda langit lebih jelas karena teleskop ini diletakkan di luar angkasa. Oleh sebab itu, teleskop ini juga dikenal dengan nama teleskop luar angkasa. Teleskop ini sebenarnya diciptakan oleh National Aeronautics and Space Administration atau biasa kita kenal dengan singkatan NASA. Meskipun diciptakan oleh NASA, tetapi teleskop yang tereltak di luar angkasa ini diberi nama teleskop Hubble, mengapa dinamakan seperti itu? Karena sebagai bentuk atau tanda penghargaan terhadap Edwin Powell Hubble yang sudah menemukan teleskop sebelumnya. Teleskop Hubble mulai dikirm ke luar angkasa untuk diorbitkan pada tanggal 24 April 1990. Dengan terciptanya teleskop Huble, maka pengamatan NASA terhadap benda-benda langit, tata surya, dan luar angkasa menjadi lebih mudah. Bahkan, bisa dikatakan bahwa teleskop ini merupakan teleskop andalan bagi NASA. Teleskop Hubble memiliki panjang 13 meter dan diameternya 4,27 meter serta berat dari teleskop ini 11 ton. Sementara itu, cermin dan lensa yang ada di dalam teleskop ini memiliki diameter 2,8 meter dan beratnya 826 kg. Cermi teleskop ini terbuat dari kaca silika yang sudah diberi lapisan oleh almunium murni yang berfungsi untuk merefleksikan cahaya. Selain itu, cermin pada teleskop ini juga dilapisi dengan magnesium florida. Adanya lapisan magnesium florida agar tidak terjadi oksidasi serta memberikan perlindungan terhadap lensa agar terhindar dari sinar ultraviolet. Apabila lensa terkena sinar ultraviolet, maka lensa teleskop akan rusak, sehingga gambar yang dihasilkan akan kurang baik. Teleskop ini mulai dirancang dan dibuat sejak tahun 1923, tetapi pelaksanaannya baru terjadi pada tahun 1970. Sebenarnya peluncuran teleskop ini rencananya dilakukan pada tahun 1983, tetapi setelah ada suatu insiden pesawat ulang alik Challenger, maka peluncuran teleskop ini dilakukan pada tahun 1990. Jenis-Jenis Teleskop Teleskop yang terus mengalami perkembangan, maka teleskop terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya. 1. Teleskop Refleksi atau Reflektor Teleskop Refleksi adalah teleskop yang menggunakan cermin melengkung untuk menggantikan lensa yang dapat mengumpulkan cahaya yang berasal dari bintang. Pada teleskop ini, cermin akan dibuat menjadi berbentuk cekung yang tajam ke bagian dalamnya. Cermin cekung ini berfungsi untuk memantulkan cahaya ke titik fokus yang terletak di bawah cermin. Pada umumnya, teleskop refleksi inii sangat bermanfaat untuk mengumpulkan cahaya yang berasal dari benda yang samar. 2. Teleskop Refraksi atau Refraktor Teleskop refraksi adalah teleskop yang menggunakan lensa untuk memperbesar benda atau objek. Selain itu, lensa kaca yang ada di teleskop refraksi berfungsi untuk membelokkan cahaya yang berasal dari bintang yang kemudian diteruskan ke titi fokus. Lensa yang digunakan pada teleskop ini biasanya lensa cembung yang di mana pada bagian tengahnya cukup tebal. Pada umumnya, teleskop refraksi yang sederhana lensa cembungnya berjumlah dua. 3. Teleskop Catadioptrik Teleskop catadioptrik adalah teleskop yang di mana cara kerjanya tidak jauh berbeda dari teleskop refleksi dan teleskop refraksi. Hal ini dikarenakan pada teleskop catadioptrik merupakan gabungan dari teleskop refleksi dengan teleskop refraksi. Dengan kata lain, teleskop ini memiliki cermin dan lensa dalam satu teleskop yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. 4. Teleskop Radio Teleskop radio adalah teleskop yang memiliki bentuk berupa antena radio directional dan biasanya digunakan pada radio astronomi. Antena yang ada pada teleskop radio merupakan jenis antena yang sama saat digunakan ketika melakukan pelacakan serta melakukan pengumpulan data yang berasal dari satelit dan pesawat antariksa. Kesimpulan Tanpa adanya penemuan teleskop yang diciptakan oleh para ilmuwan, maka hingga saat ini kita tidak akan bisa melihat benda-benda langit seperti binta atau bulan dengan mata telanjang. Bahkan, para peneliti astronomi akan kesulitan melakukan pengamatan dan penelitian terhadap benda-benda di luar angkasa jika tidak menggunakan teleskop. Sumber Dari berbagai macam sumber ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien

apa dampak penemuan teleskop terhadap perkembangan iptek di bidang astronomi